Apa yang Kita Tinggalkan?

Hari ini saya berpikir, apa yang akan saya tinggalkan ketika saya meninggal? Saya tidak mungkin membawa apapun saat meninggal, jadi setidaknya saya ingin meninggalkan sesuatu saat saya meninggalkan dunia ini.

Sampai sekarang saya belum pernah mendapatkan pencapaian yang berarti dalam hidup saya. Saya belum pernah menerbitkan satu pun buku, merealisasikan rancangan bangunan, ataupun mendapatkan penghargaan. Selama ini saya menjalani hidup dengan biasa saja. Tapi kok rasanya ada yang kurang ya? Sepertinya saya tidak memiliki tujuan untuk dicapai dalam hidup ini. Kalau saya meninggal pun sepertinya tidak akan ada yang masih mengingat saya dalam waktu puluhan tahun yang akan datang. Berbeda sekali dengan Archimedes, Vitruvius, Shakespeare, Mozart, Newton, Einstein, dan masih banyak lagi tokoh-tokoh yang masih diingat puluhan bahkan ratusan tahun setelah mereka tiada. Kalau dipikir-pikir, mereka tetap dikenang karena telah meninggalkan sesuatu yang berguna bagi umat manusia, entah itu karya seni ataupun karya ilmiah. 

Memang, ada yang dikenang pula karena kesengsaraan yang mereka timbulkan semasa mereka hidup. Namun saya rasa tidak ada orang yang ingin dikenang karena perbuatan buruknya. Menurut saya semua orang pasti menginginkan orang lain mengingat kebaikan mereka dibandingkan kekurangan mereka.

Kemudian saya berpikir, apa yang bisa saya tinggalkan di dunia ini yang dapat berguna bagi orang lain? 

Arsitek Komersil?

Tadi baru selesai sidang pertama untuk SAA. Sidang ini untuk penetapan fungsi. Setiap mahasiswa menjelaskan fungsi yang ia pilih untuk selanjutnya dikembangkan.

Saya memilih fungsi hotel karena tidak mau repot melakukan studi fungsi sejenis. Saya sudah melakukannya di SPA 6. Saya pikir karena saya mengambil SAA bersamaan dengan skripsi, sebaiknya memilih fungsi yang tidak merepotkan.

Salah satu peserta sidang ada yang memilih fungsi panti rehabilitasi untuk anak jalanan. Tiba-tiba saya teringat dengan perkataan dosen saya, bahwa mahasiswa/lulusan arsitektur Unpar hanya mau merancang proyek-proyek komersial. Jarang ada yang mau membuat proyek sosial seperti panti asuhan, rumah susun sederhana, intervensi lingkungan kumuh, dan lain-lain. Mereka lebih senang merancang hotel dan pusat perbelanjaan.

Saat ini, pembelaan saya adalah bahwa saya akan sibuk skripsi, maka saya memilih fungsi yang mudah. Jika saya berprofesi menjadi arsitek nanti, apakah saya juga akan mencari-cari alasan agar tidak usah mengambil proyek sosial? Selama ini saya tidak pernah berpikir untuk ikut ambil bagian dalam proyek yang anggarannya sangat minim dan harus memperhatikan aspek-aspek sosial. Apakah nantinya saya akan ikut menjadi arsitek yang hanya mencari keuntungan semata?

Harus jadi bahan renungan nih.

Bahagia Itu Sederhana

Saat band favorit saya mengeluarkan lagu baru.

Saat band favorit saya mengeluarkan video baru.

Saat melihat foto terbaru dari band favorit saya

Saat melihat langit cerah

Setelah makan

Saat membaca komik yang baru terbit

Saat koneksi internet sedang cepat

Saat bertemu teman kembali setelah libur semester

Saat makan bersama teman

Saat pertama kali mengirim paket ke luar negeri

Itu baru sebagian kecil kebahagiaan yang saya rasakan dari hal-hal kecil. Ternyata setelah didaftar, banyak sekali hal-hal yang bisa membuat saya bahagia, yang akhirnya malah tidak saya hiraukan karena telah menjadi rutinitas.

Bersyukur

Terkadang saya merasa kehidupan saya itu seperti berada pada jalur roller-coaster. Terkadang melaju dengan kecepatan penuh menuruni rel, kemudian naik kembali, dan turun kembali. Semuanya berjalan dengan cepat dan hampir bersamaan.

Beberapa waktu ini saya merasa sedih karena nilai mata uang rupiah melemah. Artinya kalau saya mau memesan barang dari luar negeri, harganya akan menjadi lebih mahal ketika dirupiahkan. Terpaksa hobi saya tahan terlebih dahulu agar dompet saya tidak kosong. Terus terang, saya mengomel dalam hati dan menyalahkan para pemegang kekuasaan, yang menurut saya bertanggung jawab atas melemahnya rupiah. Namun saya kembali berpikir kembali. Selama ini saya terbiasa melihat harga barang-barang luar negeri yang begitu mahalnya, namun pernahkah saya memikirkan tingkat kebutuhan barang-barang mahal tersebut? Kemudian saya menyadari bahwa saya terlalu fokus pada barang-barang tersebut sehingga ketika saya tidak dapat membelinya, saya menjadi kesal. Padahal kalau saya merelakan tidak membelinya pun tidak akan terlalu berpengaruh pada kehidupan saya. Saya tetap bisa makan teratur, memiliki baju untuk dipakai, memiliki tempat untuk berteduh. Ternyata memang perlu ya mundur sedikit dan melihat kembali semuanya dari sudut pandang yang berbeda. Lebih baik memikirkan apa yang telah kita miliki daripada apa yang tidak kita miliki.

Ulang Tahun Angkatan

Semalam saya baru merayakan ulang tahun angkatan. Lumayan banyak yang datang, acaranya pun meriah. Sudah lama saya tidak tertawa bersama teman-teman saya.

Sebentar lagi sebagian besar teman-teman saya akan lulus, rasanya sedih juga mengingat bahwa kami akan semakin jarang bertemu lagi.

Jeli

Kalau nonton konser band, saya lihat gitaris dan bassis punya gitar/bass khusus untuk beberapa lagu. Tapi saya kok tidak bisa membedakan suaranya ya :D. Memang nasib telinga panci, kurang peka terhadap suara. Saya memang tipe visual, jadi kalau menilai lewat telinga rasanya sulit.

Tapi walaupun saya tipe visual, tetap saja saya merasa kesulitan kalau mengamati tipe gitar/bass yang sedang dipakai. Saya cuma tahu Fender, Gibson, dan beberapa merk yang terkenal. Kalau disuruh menyebutkan detailnya juga masih kesulitan, apakah itu Gibson SG, Les Paul Custom, Red Paul Smith, Fender Telecaster, Stratocaster, Jaguar, dll. Maklum, saya bukan pengguna alat musik juga.

Biasanya yang jeli tentang hal-hal seperti itu adalah kaum pria. Teman saya yang penggemar mobil bisa langsung tahu jenis mobil sekaligus keluaran tahun berapa. Penggemar model kit bisa melihat sekilas satu model lalu menyebutkan namanya, dari anime apa, fitur khususnya, pilotnya, dll. Saya saja masih bingung membedakan tipe-tipe Gundam Zaku, bahkan sering salah mengenali Gundam dari timeline yang berbeda :D.

Masih Membeli CD/kaset?

Kalau mengerjakan tugas, saya tidak bisa lepas dari musik. Apalagi kalau begadang, bisa-bisa ketiduran kalau tidak mendengar musik. Saat mengerjakan opzet, kehadiran musik sangat membantu untuk menjaga pikiran saya tetap fokus.

Jenis musik yang saya dengarkan didominasi oleh rock, tepatnya musik rock Jepang. Kalau mendengarkan musik bahasa Indonesia atau Inggris, terkadang malah tidak fokus karena jadi memperhatikan liriknya. Saya tidak terganggu dengan lirik musik Jepang karena saya tidak mengerti bahasanya, jadi nyanyian vokalis saya anggap sebagai salah satu instrumen :D.

Masalahnya adalah CD musik band/artis yang saya suka jarang dapat ditemui di toko CD di Indonesia. Yang bisa ditemui ya yang sudah benar-benar terkenal seperti L’Arc~en~Ciel, Utada Hikaru, YUI, dan beberapa artis lainnya. Itu hanya sebagian kecil dari band yang saya suka. Untungnya penggemar musik Jepang lumayan banyak dan sebagian menjual kembali CD impor koleksi mereka. Akhirnya saya jadi berburu CD second-hand di internet, lumayan dapat beberapa CD dengan harga miring.

Mengapa malah membeli CD second-hand? Kan sekarang banyak yang menjual CD Jepang di internet?

Masalahnya, saya tidak punya kartu kredit ataupun akun di paypal, jadi saya harus menggunakan jasa perantara. Menggunakan jasa perantara berarti mengeluarkan uang lagi untuk membayar jasanya. Padahal harga satu CD aslinya saja kalau dirupiahkan bisa untuk membeli 3 CD di sini. Tambah biaya pengiriman, dapat satu CD lagi deh :D. Belum lagi harus sabar menunggu hingga CD sampai.

Alasan harga ini juga yang membuat saya maklum kebanyakan penggemar musik Jepang memiliki lagu hasil mengunduh di internet. Kemajuan teknologi benar-benar memudahkan para penggemar untuk mendapatkan musik. Ditambah lagi dengan kedekatan para penggemar dalam satu komunitas, berbagi data merupakan hal yang wajar. Kalau dulu, mau mendengarkan musik Jepang ya menunggu anime diputar atau mendengar stasiun radio yang rutin memutar musik Jepang (itupun hanya seminggu sekali o(╥﹏╥)o).

Saya sendiri pelan-pelan mengganti file hasil unduhan dengan CD asli. Kalau saya benar-benar suka dengan musiknya, saya beli CD-nya. Jujur saja, saya harus benar-benar memperhitungkan pengeluaran saya agar tidak bangkrut setiap bulannya, hehe…

Karena sudah mengetahui betapa sulitnya membeli CD dari Jepang langsung, saya jadi menghargai bila ada CD band/artis Jepang yang dirilis di Indonesia. Begitu ada band/artis yang saya suka albumnya dirilis di Indonesia, langsung saya beli. Mumpung murah, hehe…

Aoi (Hollyhock)

Salah satu lagu kesukaan saya dari band Jepang, NICO Touches the Walls. Judulnya “Aoi”, awalnya saya kira “Aoi” yang dimaksud adalah ‘warna biru’ (karena saya tidak bisa baca kanji). Ternyata “Aoi” yang dimaksud adalah tanaman ‘hollyhock‘ :D.

Aoi

The waves sway without making a sound
Sweet memories melt into the night

when i say…

My tears will also dry like wax on these cheeks
Now, still, they loiter around inside my face

Even if you’ll eventually change into a distant memory
Flowers will bloom again
Hollyhock, just smile
I’m still thinking of a person
With whom I can’t meet twice

They just resound through my heart in vain
These blues which are like a stopped watch

I became frightened of this fate
That’s like seasons changing without a sound
But don’t forget
That the words we exchanged weren’t forgeries

I’m not throwing away anything at all
Not throwing away the picture we took standing side by side
Because you’re just so lovely
Even now, your face in profile is…

Just smile once more
I’m not unfastening these entangled red threads
Hollyhock, you’re simply sorrowful
At this late hour, that day’s goodbye is…

Even if we’ll eventually change into a distant memory
Flowers will bloom again
Hollyhock, you’re simply lovely
Even now, your face in profile is…

Just smile once more
I’m still thinking of a person
With whom I can’t meet twice
Hollyhock, you’re such a lovely person
Everlastingly

Just smile once more
I’m not unfastening these entangled red threads

 

Lagu ini adalah lagu yang menenangkan hati. Waktu saya mendengarkannya, saya membayangkan sedang berbaring di sebuah kapal kecil di tengah-tengah danau yang tenang sambil menikmati langit yang cerah. Saya suka mendengarkan lagu ini saat telinga saya lelah dengan lagu-lagu rock yang saya putar sepanjang hari.

Awalnya saya hanya mendengarkan lagu ini tanpa mencari tahu liriknya, namun suatu hari tanpa sengaja saya menemukan terjemahan liriknya di internet. Ternyata liriknya seindah lagunya.

Even if you’ll eventually change into a distant memory
Flowers will bloom again
Hollyhock, just smile
I’m still thinking of a person
With whom I can’t meet twice

Lirik ini mengingatkan saya akan seseorang yang sudah lama tidak saya temui namun kenangan-kenangan tentangnya masih terus membekas dalam ingatan saya. Padahal kalau dipikir-pikir kenangan tersebut sudah berumur belasan tahun, tetapi tetap saja terasa segar dalam ingatan.

Just smile once more
I’m not unfastening these entangled red threads

Ending lagu ini terasa sangat manis (setahu saya di Jepang ada kepercayaan kalau ada benang merah yang terikat di kelingking kita yang menghubungkan kita dengan belahan jiwa kita). Saya suka dengan bagian lirik lagu ini, tidak ada alasan tertentu. Rasanya indah saja saat dibaca.

Futarigoto

Biasanya saya menerjemahkan judul, tetapi untuk lagu ini saya merasa sulit untuk menerjemahkannya karena “futarigoto” adalah plesetan dari “hitorigoto” (monolog). “Hitori” berarti sendiri, sedangkan “futari” berarti berdua, tapi kalau dialog, bahasa Jepangnya bukan “futarigoto”. Mungkin terjemahan yang sedikit cocok adalah monolog dua arah ya (Two Way Monologue, lagunya Sondre Lerche, hahaha…).

 

Futarigoto – RADWIMPS

How can I begin to tell you? How can I explain this exact feeling?
It might take a while, but I’ll try my best
God must be surprised at how good you turned out
People just aren’t made like you
You’re so beautiful, as if you were the greatest mutation of the century

And your mother and father,
their emotions were so close together, their hearts may have collided
But now, blaming time, they don’t even look at each other anymore
You’ll never hear them say, “welcome back home,” again
You watch them, with tears in your eyes, and say

“My life is a testimony of their love. There isn’t a single lie there, right? Please say so.
If there is no more love in between them, my whole life becomes a lie…
Please don’t make the time lie.”

Well, you are the light connecting the promise they made to now
Your voice, trembling, saying, “mother, father,”
and your tears, watching them, were both given to you, half and half, from them

You say you can’t believe in the miracle that you were born into this world
You say you can’t believe in the miracle that you and I met

We pierced our ears in the same place, but yours looks much more brilliant
I wonder if I’ll shine one day? And learn to love the world like you did?
Even if my heart gets destroyed, and I die away, rotting
At my last moment, I want to see the world how you saw it

I’ve already decided that we’ll sleep in the same bed, even when we’re 50
Maybe if we hold hands, we’ll become one, and we’ll never be apart for the rest of our lives
Let’s keep dreaming like this, pretending we’ll never wake up
But then again, it’s called a “dream” because we wake up from it, right?
Then let’s name it something else

You can be called “lo” and I can be called “ve”
Then, it won’t seem like we could ever part! I’ll write a song about that one day

People only want to say that our meeting was a miracle –
When in reality, nothing short of miracles could happen in this planet born from a miracle

Even if it’s astrology, or a bad luck year,
Or if I’m from jupiter, and you’re from mars,
No matter what you say,
I’m from earth. And even if I were from jupiter,
you’re only a planet away.
I’ll use my once in a lifetime warp right here.

I want to believe in the miracle that you and I met
Well, whatever it is, thank you

You say that it’s lovely, that it’s beautiful, because it’s a miracle

lirik diambil dari sini

Terlalu banyak bagian dari lirik ini yang membuat saya menyukainya. Seperti biasa, lirik lagu buatan Noda selalu membuat saya berteriak ‘kyaaaaaa…’ dalam hati karena kata-katanya yang sederhana namun manis.

God must be surprised at how good you turned out
People just aren’t made like you
You’re so beautiful, as if you were the greatest mutation of the century

Sedikit gombal sih, tapi kreatif. Sepertinya Noda memiliki perhatian khusus pada proses penciptaan dan genetika (ada salah satu lagunya yang berjudul ‘Kromosom ke-25’).

My life is a testimony of their love. There isn’t a single lie there, right? Please say so.
If there is no more love in between them, my whole life becomes a lie…

Ini tentang orang tua. Waktu saya membaca lirik ini, saya jadi berpikir kembali tentang memiliki anak. Terkadang ada orang tua yang lupa bahwa anak adalah buah cinta mereka berdua dan terlalu sibuk dengan urusan mereka masing-masing.

We pierced our ears in the same place, but yours looks much more brilliant
I wonder if I’ll shine one day? And learn to love the world like you did?
Even if my heart gets destroyed, and I die away, rotting
At my last moment, I want to see the world how you saw it

Bagian ini membuat saya penasaran. Apakah Noda bercerita tentang seseorang yang telah mengajarinya melihat dunia dengan cara yang berbeda? Diakah yang menginspirasi Noda dalam menulis lirik-lirik yang unik?

You can be called “lo” and I can be called “ve”
Then, it won’t seem like we could ever part! I’ll write a song about that one day

Bagian ini merupakan bagian yang paling saya suka. Kalau diterjemahkan memang aneh, karena ini merupakan permainan kata dalam bahasa Jepang. Aslinya begini :

Kimi to kaite “Koi” to yonde

Boku to kaite “Ai” to yomou

“Koi” dan “Ai” kalau diterjemahkan memiliki arti yang mirip, yaitu “cinta”. Kalau “Koi” adalah cinta yang mengharapkan balasan, sedangkan “Ai”  lebih ke cinta yang memberi (sebenarnya sedikit sulit juga menjelaskannya… lebih baik mencari sumber lain di internet karena saya sendiri tidak bisa bahasa Jepang). Kanji untuk “koi” adalah 「恋」, sedangkan kanji untuk “ai” adalah 「愛」. Kalau keduanya digabung, akan menjadi 「恋愛」(ren’ai), yang berarti ‘romantic love’, ’emotional love’. Mungkin sedikit mirip dengan storge, philia, eros, dan agape.

Videonya menarik, memanjakan mata dengan keindahan bunga sakura yang beterbangan ditiup angin. Sederhana dan menenangkan hati, ditemani petikan gitar yang lembut dan suara Noda yang unik.

(You Can Do) Everything

Kalau sedang putus asa atau baru saja mengalami kegagalan dan butuh musik yang membangkitkan semangat, saya sarankan lagu ini :

(You Can Do) Everything – ONE OK ROCK

you can fly you can shine
can be stronger can be brighter
you can do it you can do it
do it, do it…

you can scream you can feel
can be louder can be wiser
you can do it you can do it
do it, do it…

I know I make mistake but
instead of not doing anything

you can do everything even when you’re lost
just keep believing in yourself and continue on
find your “anything” there where the road is gone
everything, everything
you can take everything

the more you are lost, the more roads you have
your future will change depending on whether you remember the road
your changing from who you were before

sometimes I’m going wrong but
instead of just giving lip service

you can do everything even when you’re lost
just keep believing in yourself and continue on
find your “anything” there where the road is gone
everything, everything
you can take everything

what was that thing you were looking for
everyday you searched for the answer, but
it wasn’t an answer
it was the reason

got to try everything even at the edge the earth
even in places where colors and sounds are different
all I can do is sing even if there are no words there
I will sing, I will sing
my singing is everything

Lirik saya ambil dari sini

Lagu ini membuat saya bersemangat kembali saat saya merasakan kegagalan. Liriknya menyadarkan saya bahwa kegagalan adalah bukti bahwa saya telah melakukan sesuatu, bukan hanya diam saja. Saya juga ingat bahwa orang sukses adalah orang yang gigih, yang mau terus mencoba dan berusaha tanpa henti. Lagi-lagi ‘passion’ berperan, sebab ‘passion’-lah yang menjadi tenaga penggerak untuk berusaha.

Saya juga mau cerita sedikit tentang Taka, sang vokalis. Orang tuanya penyanyi yang terkenal, otomatis dia juga dilatih untuk menjadi penyanyi. Dia disuruh oleh ayahnya untuk ikut ‘talent agency’, dan setelah mencoba beberapa agensi, dia diterima di Johny’s (salah satu agensi terbesar di Jepang). Bagi yang pernah mendengar boyband NEWS, dia adalah salah satu anggotanya. Kaget kan? Anak boyband bisa banting setir jadi rocker :D. Dia hanya bertahan beberapa bulan di NEWS, kemudian keluar dari boyband tersebut. Dia juga putus sekolah setelah keluar dari boyband dan diusir oleh ayahnya.

Setelah kehilangan segalanya, dia bertekad untuk membentuk band. Saat tampil live, dia ditawari oleh Toru, leader ONE OK ROCK untuk bergabung dalam band-nya. Awalnya Taka ragu untuk meninggalkan band tempatnya berada sekarang, tetapi karena Toru selalu memintanya bergabung setiap kali dia tampil live, akhirnya Taka memutuskan untuk bergabung dengan Toru, dan dimulailah perjalanan panjang mereka dalam ONE OK ROCK.

Waktu membaca lirik lagu ini setelah mengetahui latar belakang kehidupan Taka, saya merasa sangat terharu. Terasa sekali bahwa lagu ini adalah curahan perasaannya selama ini, dan dia ingin memberi semangat kepada orang lain untuk terus berusaha walaupun gagal ataupun melakukan kesalahan.

Previous Older Entries